Program transisi energi sering kali gagal karena kebijakan yang disusus terlalu "top-down dan teknokratis.
“Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan,”
kata Dwi Sasetyaningtyas. Ia mengucapkannya
dengan nada senang dan bahagia
Dalam beberapa percakapan dengan
kawan-kawan antropologi pasca lulus kuliah